Menyelisik Halaman-Halaman Terakhir

Ini bukan cerita tentang halaman-halaman terakhir sebuah buku bacaan yang menyimpan simbol-simbol dan kode sehingga harus diselisik. Bukan. Ini adalah tentang sebuah jurnal yang mulai saya tulisan awal tahun lalu, jurnal proses pengerjaan skripsi. Jangan bayangkan saya sudah menyelesaikan skripsi sehingga jurnal tersebut sampai pada halaman terakhir. Justru sudah satu bulan terakhir saya tidak menulis, bahkan menyentuh, jurnal tadi. Memang, sebulan terakhir ini saya hiatus menulis skripsi sebab sayang rasanya jika masa magang di salah satu kantor penerbit indie di Jogja tidak dinikmati dengan khidmat. Atau mungkin itu tadi hanya alasan untuk tidak menyebut kata: malas (?)

Dalam jurnal yang dimulai pada 31 Januari 2017, bertepatan dengan hari ujian proposal skripsi, tertulis tanggal-tanggal di mana hari itu saya melakukan hal-hal yang berkaitan dengan proses pengerjaan skripsi beserta dekripsi apa saja yang saya lakukan, dengan siapa saya berbincang, apa hasil perbincangan itu dan sejenisnya. Bagian jurnal ini hanya sedikit menyita perhatian saya, sekalipun aktivitas yang terakhir kali saya lakukan  bertanggal 13 Maret 2017. Ketika membaca catatan-catatan kecil di bagian belakang, saya justru merasa lebih tertampar dan miris.

Selain kerangka kasar resensi Drupadi dan draf tulisan Selamat Hari Dian Sastro Nasional, tertulis catatan buku apa saja yang sudah saya baca dan film yang saya tonton selama bulan Februari. Saya mencoba mengingat, lantas menuliskan apa yang sudah saya baca dan tonton selama bulan Maret hingga awal Mei. Ketika. Hasilnya? Untuk film memang minim, sebab saya memang sedang tidak berminat menonton. Maret saya tidak menonton film sama sekali, sedangkan di bulan April ada dua film: Kartini dan Jiro’s Dream of Sushi. Jika di bulan Februari saya sempat membaca sepuluh judul buku (tidak semuanya selesai), maka di bulan Maret saya hanya mampu menyelesaikan membaca Vegetarian. Sama mirisnya dengan bulan Maret, di bulan April saya hanya sanggup membaca Mengirim Mixtape Ke Lubang Tikus. Itu pun karena dorongan seorang kawan.

Saya bertanya-tanya pada diri sendiri,”Apa yang telah saya lakukan sebulan terakhir sehingga bacaan dan tontonan saya begitu minim?”. Nampaknya waktu saya telah habis untuk berselancar tak jelas di dunia digital. Kalau ada hal yang jelas dan patut dibanggakan ketika berselancar di dunia maya, hal itu adalah membaca laporan investigasi Allan Nairn yang membuat gaduh beberapa tokoh di negeri ini.

Setelah meratapi catatan-catatan di halaman belakang, saya kembali membuka halaman pertama. Di sana tertulis dengan jelas:

Sudahkah kamu membaca, menulis, mengerjakan skripsi, menonton film, berdiskusi, ngopi hari ini?

 

Gorongan, 09.09 WIB

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s