I won’t get married, I prefer to be a nun.

Mulanya ia bertanya hal-hal remeh temeh seperti yang biasa ditanyakan gadis kecil berusia delapan tahun seumurannya. Namun saya tak menyangka ia akan mengeluarkan pernyataan yang menohok perasaan saya, gadis berusia 22 tahun yang tengah berupaya menyelesaikan skripsi dan tak lain tak bukan adalah tante dari pihak ibunya.

“Aku nggak mau nikah.”

Ketika ditanya apa alasannya ia menerangkan bahwa ia tak ingin memiliki ibu mertua galak seperti halnya yang sudah ia tonton di beragam sinetron di layar kaca. Ia memang gemar sekali menonton sinetron, mulai dari sinetron Indonesia, Filipina, India, hingga Turki. Semua tokoh hingga alur cerita, ia hafal betul di luar kepala. Tak ingin ia terjebak dalam stereotip yang tak bisa digeneralisir, saya mencoba mendebatnya.

“Lha emangnya Yangti galak sama Bude Dinda?”

“Enggak.”

“Emangnya Yangti galak sama Papahmu?”

“Enggak.”

“Nah, kamu ga pengen cari mertua yang kaya Yangti?”

“Pengen”

“Yaudah, berarti kan ngga semua mertua itu galak kan?”

“Pokoknya aku ga mau nikah. Mau jadi suster aja!”

Keengganan untuk menikah dan keinginannya untuk menjadi suster menutup perdebatan kami pagi ini. Segera saja kengerian muncul di benak saya. Dampak negatif media televisi baru saja hadir di depan saya. Kekuatan audio visual telah mencengkeram kepolosan keponakan saya sendiri.

Padahal, baru sehari sebelumnya saya membaca kisah-kisah yang membuat saya turut nelangsa pada apa yang dihadapi oleh perempuan-perempuan dalam kisah itu. Beberapa kawan saya yang sudah membaca kisah-kisah itu turut merasa nelangsa dan seakan enggan untuk menikah. Setidaknya berpikir masak-masak berulangkali sebelum memutuskan untuk menikah. Di saat kawan-kawan saya selalu mengeluhkan beratnya skripsi, menyatakan keinginan untuk segera menikah saja, hidup bahagia bersama suami dan mengurus anak-anak yang lucu, keponakan saya yang masih duduk di kelas 2 sekolah dasar telah begitu tegas menyatakan tidak ingin menikah.

Advertisements

One comment

  1. noovihandayani · April 16

    bkakakak, nanti kalo udah ketemu cogan keren lupa kok tante sama keinginan tekadnya semasa SD :”’

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s