Sajian Bergizi dari Warung Hati

Sabtu, 1 April 2017.

Selepas mengucap salam perpisahan pada adik saya di bandara Juanda, saya kembali ke kota Surabaya. Tepatnya menuju C2O Library di Jalan Sucipto No. 22. Ketika masih dalam perjalanan, saya sempat melirik jam di layar smartphone. Pukul 13.30. Jika beruntung, mungkin nanti saya bisa tiba di sana kurang dari pukul 14.00 dan mungkin juga masih ada beberapa menu dari Warung Hati yang masih tersedia.

Setibanya di C2O Library, saya langsung menanyakan lokasi Warung Hati yang ternyata terletak di bagian belakang gedung. Ruangan bernuansa klasik itu nampak sepi, namun ada beberapa orang di balik tembok. Ketika saya menghampiri orang-orang yang sedang berdiri di balik etalase untuk memesan makanan, mereka menyambut  dengan ramah. Sayangnya, saat itu hanya tersisa Pad Thai , ayam pop,sambel lombok ijo, botok jagung muda, pepes tempe kacang merah dan es degan saja. Kue lumpur sorgum yang saya dambakan sudah habis tak bersisa. Karena lidah saya kurang njowo, pilihan saya jatuh pada Pad Thai dan es degan.

Sembari menunggu menu yang saya pesan tadi, saya menikmati desain interior Warung Hati. Sederhana dan klasik. Tak berapa lama pesanan saya datang. Raw Pad Thai yang saya pesan disajikan dengan begitu anggun dan cantik. Sekilas makanan ini terlihat seperti mi, namun sejatinya makanan ini terdiri dari wortel, kol ungu, timun zukini, paprika, selada, dan kacang-kacangan serta bumbu khas Pad Thai untuk disiramkan sekaligus memberi citarasa yang unik. Es degan yang saya pesan tak kalah enak. Air kelapa muda yang dipakai masih segar, daging kelapanya empuk dan lembut, sedangkan takaran gula merah yang digunakan terasa pas untuk mengobati rasa haus setelah menembus jalanan Sidoarjo-Surabaya yang padat.

Ketika hendak membayar, saya diajak duduk di salah satu sofa yang berada di sudut ruangan. Ia dengan ramah menanyakan komentar saya tentang menu yang saya pesan dan darimana saya mengetahui keberadaan Warung Hati. Tentu saya merasa senang sekali dapat menyampaikan kepuasan terhadap makanan yang sudah saya makan secara langsung. Saya sendiri mengetahui keberadaan Warung Hati lewat C2O Library melalui media sosial instagram. Benar-benar sebuah keberuntungan saya masih berada di Surabaya bersamaan dengan hari Warung Hati beroperasi. Sejauh ini Warung Hati hanya buka pada hari Sabtu saja, nanti jika sudah memiliki pegawai mungkin akan buka setiap hari. Begitu  penjelasan yang saya dapat. Hal lain yang membuat saya merasa patut mengunjungi Warung Hati adalah, menurut informasi di instagram bahan-bahan yang dipakai selalu terjaga kesegarannya. Terbukti benar adanya setelah saya mencicipinya secaralangsung.

Barangkali tempat makan ini dinamai Warung Hati karena setiap masakannya disajikan dari hati sang juru masak untuk membahagiakan hati si pelanggan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s